Monday, May 14, 2018

My Unlearning Process: Asuransi


Benar kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Kadang kita mudah menjudge, menilai, dan menyimpulkan tentang sesuatu tanpa terlebih dahulu mengenalnya. iya apa iya?
Begitu pula sebelumnya aku punya simpulan sendiri tentang Asuransi, sampai Akhirnya ...

Jack Ma pernah menyatakan alah satu ciri Mental Orang Miskin adalah "Tidak mau menerima hal baru". Belum apa-apa, langsung bilang gak mau, belum apa-apa, takut, belum apa-apa, gak mau coba. begitu seterusnya, sehingga tak ada progress apapun, setuju? hhhe

Nah, di awal dengar tentang asuransi, aku pikir yaa itu akan justru merugikan. tapi ternyata setelah aku pelajari, justru asuransi ini merupakan Asset penting selayaknya Rumah/ Properti lainnya. Bahkan lebih penting dan wajib dimiliki oleh semua orang.

Jika orang ditanya mengenai aset yang dimiliki, kebanyakan akan menjawab dan menyebutkan aset-aset propertinya dan mungkin produk simpanannya di Bank. iya kan?

Kembali ke tujuan dari seseorang membeli properti dan menabung. Pada umumnya, orang mengumpulkan aset properti untuk dijadikan warisan anak-anaknya dan dana tabungan untuk nantinya dapat dimanfaatkan jaga-jaga. Sayangnya tidak banyak yang mengerti, untuk segra mendapat dana tunai, properti dan tabungan akan sulit dicairkan dalam bentuk uang cash, saat pemilik mengalami resiko.

Berbeda dengan Aset Asuransi yang merupakan aset Cash yang bisa dimiliki oleh siapa saja dengan pembayaran cicilan yang ringan. 

Dengan memahami perspektif itulah, biaya asuransi yang dianggap beban akan kemudian justru bisa dimaknai sebagai cicilan aset cash yang besar dan sangat mudah dicairkan pada saat terjadi resiko. :)
 
Best Regards
Nida 
Email: afifanida.business@gmail.com


No comments:

Post a Comment