Balada Benci-Benci Cinta

Minggu, Desember 04, 2016

Kadang masih sangat bingung dengan amarah-amarah yang akhir-akhir ini semakin sering kutemukan. Entah itu di beranda sosial media atau bahkan dari perdebatan-perdebatan tak berkesudahan.
Orang-orang semakin tak terkendali dengan sarana berbagi di media sosial. Tanpa kadang peduli, apakah postingannya akan berpengaruh baik atau justru sebaliknya.

Aku sendiri tak pernah paham kenapa rasanya amarah dan rasa benci tak pernah bisa singgah lama di hati ini. Sejahat apapun yang orang lain lakukan, rasanya lebih banyak hal baik yang mereka beri yang selalu kuingat.
Kadang aku merasa perlu untuk punya rasa benci dan angkuh untuk menunjukan betapa diri ini kuat dan tak terkalahkan. Tapi justru menurutku, justru hanya kerugian yang kuperoleh dengan memelihara amarah/ rasa benci itu.
Kadang aku ditegur, karna tak pernah mau memenangkan diri dalam sebuah perdebatan. Perdebatan yang aku terlibat didalamnya gak akan berakhir dengan menang/ kalah (menurutku), karna umumnya, semua orang akan bersikukuh dengan pandangannya dan ya.. Aku gak pernah menginginkan perdebatan yang justru mengurai tali silaturahim yang ada.
Btw, kalau amarah dan kebencian itu kita jaga, kita yang rugi loh. Waktu kita terbuang sia-sia dan yang pasti banyak orang yang terkena energi negatif yang kita bagi lewat amarah itu. Iya gak?
Pernah gak kalian merasa, bahwa justru ketika kalian kesal dengan seseorang, kalian malah terus menerus memikirkannya? Hhha
Katanya kesal, tapi kok dipikirin terus? Diomongin terus? Hhi
Kalau kata Rasul SAW sii, tanda seseorang mencintai seseorang lainnya itu adalah dengan sering menyebut-nyebut namanya.
Entah apa yang kalian persepsikan, tapi ketika kalian membenci tapi malah sering membicarakannya, jangan-jangan justru kebencian itu sudah berubah jadi cinta loh hhha

You Might Also Like

0 komentar

Hi.. Thanks udah baca dan silahkan tinggalkan jejak di komen ;)

Follow by Email

Get The Books!!

Toko Buku Online Belbuk.com