Teori Keynes Sebagai Disequilibrium Analysis

Jumat, September 30, 2011


Analisis Equilibrium didasarkan pada kepercayaan kaum klasik bahwa perekonomian yang dilandaskan pada kekuatan mekanisme pasar akan selalu menuju keseimbangan (equilibrium). Dalam posisi keseimbangan, kegiatan produksi secara otomatis akan menciptakan daya beli untuk membeli barang-barang yang dihasilkan. Daya beli tersebut diperoleh sebagai balas jasa atas faktor-faktor produksi seperti upah, gaji, suku bunga, sewa, dan balas jasa dari faktor produksi lainnya. Pendapatan atas faktor-faktor produksi tersebut seluruhnya akan dibelanjakan untuk membeli barang-barang yang dihasilkan perusahaan. Ini yang dimaksud Say bahwa penawaran akan selalu berhasil menciptakan permintaannya sendiri.
Hukum Say berbunyi “Supply creates its own demand”[1]
A.C. pigou menulis “Dengan kompetisi bebas yang sempurna, akan selalu terdapat kecenderungan kuat ke arah kesempatan kerja penuh”[2]
Para ekonom klasik sangat percaya bahwa dalam perekonomian, ketika pun terjadi kelebihan maupun kekurangan permintaan, atau ketidakseimbangan (disequilibrium), seperti pasokan yang lebih besar dari permintaan, kekurangan konsumsi, atau terjadi pengangguran dinilai kaum klasik sebagai sesuatu yang sementara sifatnya. Nanti akan ada suatu tangan tak kentara (invisiblehands) yang akan membawa perekonomian kembali pada posisi keseimbangan. Pendapat ini diperkuat oleh Leon Walras (1834-1910) dengan model ekonomi keseimbangan pasar simultan yang menjadi dasar analisis model keseimbangan umum (General Equilibrium Model).
Pada tahun 1932, terjadi depresi perekonomian yag sangat serius, Keynes yang merupakan tokoh ekonomi, mencari sebabnya dan ia pun mulai menentang juga mengkritisi teori klasik yang menurutnya kurang tepat diaplikasikan dalam perekonomian skala agregat dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money, begitu pula kepercayaan pada analisis equilibrium yang milik klasik mulai tergoyahkan dengan kejadian depresi ini. Faktanya  pengangguran tidak bisa diatasi oleh konsep invisible hand dan teori upah klasik karena tingkat upah menurut Keynes adalah rigid sehingga produsen tidak akan dengan mudahnya menurunkan tingkat upah ataupun melepas buruh untuk meminimalisir biaya produksi.
Keynes noted that markets will most often be in some form of disequilibrium - there are so many variable factors that affect financial markets today that true equilibrium is more of an idea; it is helpful for creating working models, but lacks real-world validation.[3]
Menurut Keynes, di pasar akan sering terjadi ketidakseimbangan, dan teori keseimbangan hanya sangat membantu dalam penciptaan model kerja, tapi tidak cocok untuk diterapkan di dunia yang sebenarnya, kritik Keynes inilah yang kemudian disebut sebagai analisis Disequilibrium.



[1] Brue, McConnell (1999). Economics. 14th ed. United States: The McGraw-Hill Companies,Inc. 173.
[2] Menkiw. Principle of Macroeconomics, 157
[3] Anonim. (2009). Disequilibrium Definition .Tersedia: http://www.investopedia.com (29 Agustus 2011)

You Might Also Like

2 komentar

  1. sis kecil amad huruf nya,. ampe pake tropong ane liat nya ,...

    :g:

    BalasHapus
  2. @vR hhhe,, thanks for the comment.. soalnya klo setingan huruf biasanya gede banget jadi jelek ^^

    BalasHapus

Hi.. Thanks udah baca dan silahkan tinggalkan jejak di komen ;)

Follow by Email

Get The Books!!

Toko Buku Online Belbuk.com